Thursday, November 20, 2014

All About Us

AKU DAN DIA #3
~Pergilah jika kau lelah dan bertahanlah jika kau ingin~

                Hari demi hari berlalu,  sejak aku dan dia mulai saling menjauh satu sama lain. Sejak aku dan dia mulai saling tak ingin bertatap muka satu sama lain. Sejak aku dan dia mulai saling melukai dan terluka satu sama lain. Pertemuan indah kami berdua, kini hanya tinggal sebuah kenangan. Memori kebersamaan kami kini tinggalah sebuah rindu belaka.
                Tak terasa satu bulan telah berlalu, hubungan kami dari hari ke hari semakin retak saja. Perlahan namun pasti, rasa cinta kami mulai lenyap, digerogoti oleh rasa cemburu dan ego kami yang tak ada habisnya. Ingatanku akannya juga perlahan mulai menghilang, tertutup dengan semua memori indah akan cinta dan kasih sayang yang kudapatkan dari cowok lain yang merupakan sahabatku sendiri dari kelas 7 sekaligus temannya ketika SD dulu.
                Kebersamaanku bersama sahabatku itu selalu mampu buatku tertawa dan tersenyum. Hanya bersama sahabatku itu aku mampu ‘tuk berhenti memikirkannya. Luka di hatiku perlahan lahan mulai menutup. Dan semua rasa rindu dan hausku akan cinta dan kasih sayang mulai terobati karena sahabatku itu. Selama hampir dua bulan, hidupku berjalan seperti biasa yang selalu diisi dengan canda dan tawa bersama sahabatku.  Aku masih bisa tersenyum, meski hatiku baru saja terluka.
                Memasuki bulan ketiga sejak tak ada lagi kata kita, aku mulai merasakan ada perubahan yang terjadi pada dirinya. Dia mulai menjadi seorang lelaki yang aku harapkan, sesuai dengan tipe idealku. Dia yang dulunya adalah pribadi yang cuek, jarang tersenyum dan terkadang kasar, kini telah berbeda. Dia yang sekarang adalah seorang lelaki yang jauh lebih hangat, bersahabat dan lembut. Tak ada lagi tatapan dingin di matanya. Yang ada sekarang adalah tatapan yang penuh dengan kedamaian. Sungguh bahagia rasanya, bisa melihat segala perubahan yang ada padanya.
                Namun kenapa dia harus berubah disaat aku ingin pergi darinya. Tak bisakah dia tetap menjadi dirinya yang dulu, agar jauh lebih mudah bagiku untuk pergi dari hidupnya. Semua hal yang telah terkubur dalam dalam kini telah bangkit. Rasa cinta yang telah lenyap itu, kini kembali tumbuh. Luka yang telah tertutup itu, kini telah siap untuk terbuka lagi. Dan ingatan akannya di masa lampau telah tergantikan dengan semua kenangan baru yang coba dia ukir di dalam pikiranku.
                Perubahannya itu terkadang membuatku merasa bahwa dia adalah orang asing. Dia bukan lagi orang yang pernah aku cintai dulu. Dia juga bukanlah orang yang pernah melukaiku di masa lampau. Namun entah kenapa, aku merasa sangat mengenal orang asing itu. Karena orang asing itu selalu berusaha mencari celah untuk kembali masuk ke dalam kehidupanku lagi. Dengan dirinya yang sekarang, perlahan lahan dia kembali menemukan celah itu. Celah yang dari hari ke hari membuatku merasa rindu dengannya. Akankah nantinya, dia akan menjadi orang yang aku cintai lagi? Akankah nantinya, untuk kedua kalinya dia akan menjadi orang yang melukaiku lagi? Lalu akankah masih ada kata kita di masa mendatang?
                Kini, terkadang aku merasa rindu padanya. Namun terkadang pula aku masih sering merasa bahwa tak seharusnya perasaan ini kembali lagi. Sahabatku yang telah bersusah payah untuk mendapatkan tempat dihatiku dan membangunkanku dari imajinasiku belaka bahwa aku akan bisa memilikinya hingga nafas terakhirku, hanya akan terusir kembali jika pada akhirnya aku kembali mencintainya. Dengan begitu lembutnya, dia membuatku terbang begitu tinggi melihat betapa indahnya jika aku bisa menjadi satu satunya wanita yang memiliki tubuh, jiwa, dan hatinya. Namun kelembutan itu pula, yang membuatku ragu. Akankah dia yang sekarang sungguh sungguh ingin berada di sampingku. Jika dia lelah, kuharap dia segera pergi dari hidupku. Namun jika ia ingin tinggal lagi di sisiku, kumohon tetaplah di sampingku hingga akhir nafasku nanti.

                                                                                         
       Bersambung... 

No comments:

Post a Comment