Thursday, November 20, 2014

All About Us

AKU DAN DIA #3
~Pergilah jika kau lelah dan bertahanlah jika kau ingin~

                Hari demi hari berlalu,  sejak aku dan dia mulai saling menjauh satu sama lain. Sejak aku dan dia mulai saling tak ingin bertatap muka satu sama lain. Sejak aku dan dia mulai saling melukai dan terluka satu sama lain. Pertemuan indah kami berdua, kini hanya tinggal sebuah kenangan. Memori kebersamaan kami kini tinggalah sebuah rindu belaka.
                Tak terasa satu bulan telah berlalu, hubungan kami dari hari ke hari semakin retak saja. Perlahan namun pasti, rasa cinta kami mulai lenyap, digerogoti oleh rasa cemburu dan ego kami yang tak ada habisnya. Ingatanku akannya juga perlahan mulai menghilang, tertutup dengan semua memori indah akan cinta dan kasih sayang yang kudapatkan dari cowok lain yang merupakan sahabatku sendiri dari kelas 7 sekaligus temannya ketika SD dulu.
                Kebersamaanku bersama sahabatku itu selalu mampu buatku tertawa dan tersenyum. Hanya bersama sahabatku itu aku mampu ‘tuk berhenti memikirkannya. Luka di hatiku perlahan lahan mulai menutup. Dan semua rasa rindu dan hausku akan cinta dan kasih sayang mulai terobati karena sahabatku itu. Selama hampir dua bulan, hidupku berjalan seperti biasa yang selalu diisi dengan canda dan tawa bersama sahabatku.  Aku masih bisa tersenyum, meski hatiku baru saja terluka.
                Memasuki bulan ketiga sejak tak ada lagi kata kita, aku mulai merasakan ada perubahan yang terjadi pada dirinya. Dia mulai menjadi seorang lelaki yang aku harapkan, sesuai dengan tipe idealku. Dia yang dulunya adalah pribadi yang cuek, jarang tersenyum dan terkadang kasar, kini telah berbeda. Dia yang sekarang adalah seorang lelaki yang jauh lebih hangat, bersahabat dan lembut. Tak ada lagi tatapan dingin di matanya. Yang ada sekarang adalah tatapan yang penuh dengan kedamaian. Sungguh bahagia rasanya, bisa melihat segala perubahan yang ada padanya.
                Namun kenapa dia harus berubah disaat aku ingin pergi darinya. Tak bisakah dia tetap menjadi dirinya yang dulu, agar jauh lebih mudah bagiku untuk pergi dari hidupnya. Semua hal yang telah terkubur dalam dalam kini telah bangkit. Rasa cinta yang telah lenyap itu, kini kembali tumbuh. Luka yang telah tertutup itu, kini telah siap untuk terbuka lagi. Dan ingatan akannya di masa lampau telah tergantikan dengan semua kenangan baru yang coba dia ukir di dalam pikiranku.
                Perubahannya itu terkadang membuatku merasa bahwa dia adalah orang asing. Dia bukan lagi orang yang pernah aku cintai dulu. Dia juga bukanlah orang yang pernah melukaiku di masa lampau. Namun entah kenapa, aku merasa sangat mengenal orang asing itu. Karena orang asing itu selalu berusaha mencari celah untuk kembali masuk ke dalam kehidupanku lagi. Dengan dirinya yang sekarang, perlahan lahan dia kembali menemukan celah itu. Celah yang dari hari ke hari membuatku merasa rindu dengannya. Akankah nantinya, dia akan menjadi orang yang aku cintai lagi? Akankah nantinya, untuk kedua kalinya dia akan menjadi orang yang melukaiku lagi? Lalu akankah masih ada kata kita di masa mendatang?
                Kini, terkadang aku merasa rindu padanya. Namun terkadang pula aku masih sering merasa bahwa tak seharusnya perasaan ini kembali lagi. Sahabatku yang telah bersusah payah untuk mendapatkan tempat dihatiku dan membangunkanku dari imajinasiku belaka bahwa aku akan bisa memilikinya hingga nafas terakhirku, hanya akan terusir kembali jika pada akhirnya aku kembali mencintainya. Dengan begitu lembutnya, dia membuatku terbang begitu tinggi melihat betapa indahnya jika aku bisa menjadi satu satunya wanita yang memiliki tubuh, jiwa, dan hatinya. Namun kelembutan itu pula, yang membuatku ragu. Akankah dia yang sekarang sungguh sungguh ingin berada di sampingku. Jika dia lelah, kuharap dia segera pergi dari hidupku. Namun jika ia ingin tinggal lagi di sisiku, kumohon tetaplah di sampingku hingga akhir nafasku nanti.

                                                                                         
       Bersambung... 

All About Us

AKU DAN DIA #2
-Tak ada lagi kata kita-

                Kisah cintaku dan dia terus berlanjut. Cerita yang awalnya hanya sebuah pertemuan kini telah berganti. Pertemuan itu telah berubah dengan saling mengisi satu sama lain. Meski badai selalu berusaha memisahkan aku dan dia, tetapi entah kenapa kita selalu bisa bertahan dengan perasaan cinta yang terus tumbuh.
                Melihat dia tertawa dan tersenyum membuatku ikut tertawa dan tersenyum jua. Melihat dia merasa bahagia karena menang membuatku serasa juga memenangkannya. Saat dia terjatuh, itu pula yang kurasakan. Namun tak satupun tanganku yang bersedia untuk kuulurkan padanya, karena kutahu dia mampu bangkit dengan sendirinya. Hanya sebuah iringan doa dan air mata yang bisa kuberikan padanya. Memohon kepada Tuhan agar dia tak apa dan dia mampu bangkit kembali melanjutkan pertandingan yang telah ia mulai bersama yang lainnya.
                Hari hari itu terasa menyenangkan. Bisa tertawa, tersenyum, menangis, kecewa dan cemburu dengan bebas di hadapannya. Meski terkadang masih ada rasa takut untuk menunjukkan semua luka yang kurasakan padanya. Tapi hidupku saat itu jauh lebih berwarna daripada hari hari yang lainnya. Rasanya dia begitu dekat denganku, bahkan bisa kubilang aku telah memilikinya saat itu. Namun apa daya, faktanya kami belum memiliki ikatan apapun bahkan sahabat sekalipun.
                Hari hari itu berjalan jauh lebih cepat. Dan tiba saatnya dimana aku harus melepasnya pergi. Iya sih, aku tahu, dia hanya pergi untuk satu minggu itu pun hanya keluar provinsi. Hmm.., saat hari keberangkatnya aku datang untuk melepaskan keberangkatannya. Walau aku hanya bisa menatapnya dari jauh dan numpang lewat di depannya itu sudah cukup untuk melepaskan sedikit rindu yang akan kurasakan selama dia pergi nanti. Apalagi setelah hari keberangkatannya itu adalah liburan kenaikan kelas. Yahh..., jadi makin lama deh gak ketemu dia.
                Yang pasti hari dimana aku harus masuk sekolah lagi adalah hari yang paling kutunggu tunggu. Selain bisa melepas rindu dengannya aku juga bisa bertemu dengan semua sobatku. Dan hari itu adalah sehari sebelum ulang tahunku. Yey! Meski aku tahu dia tak akan memberikan hadiah ataupun ucapan apapun padaku, setidaknya bertemu dia sudah cukup membahagiakan untukku. Dan beruntungnya lagi, saat aku baru datang aku telah bertemu dengannya di depan gerbang. Beruntung banget ya kan? Hehe, so aku gak perlu tuh yang namanya muter satu sekolah Cuma untuk bertemu dia, wkwk. Well, hari itu adalah pembagian kelas 9. Walau paginya aku cukup beruntung telah bertemu dengannya, namun ternyata keberuntunganku selanjutnya telah dicuri orang. Dia gak sekelas sama aku, malahan dia satu kelas dengan sahabatku yang juga adalah musuh berbuyutannya. Tak apalah, dengan adanya sahabatku yang satu kelas dengannya aku jadi bisa selalu melihatnya tanpa harus modus modus gak jelas. Setidaknya dengan begitu, aku tak akan terlalu mencemaskannya.
                Satu bulan setelah kita berdua menginjak kelas 9, hubungan kami perlahan lahan mulai retak. Secara tak sengaja aku mungkin telah melukai hatinya. Hari itu aku berduaan dengan seorang cowok yang sebenarnya adalah sahabatku sendiri, tertawa, ngobrol, membaca buku yang sama, tersenyum dan bercanda dengan sahabatku itu. Namun saat aku  bersama dia, aku dan dia hanya bisa terdiam, menyapanya pun aku tak sanggup. Lalu sejak saat itu aku dan dia sama sama terdiam, dia memutuskan semua contact denganku. Tiba tiba beberapa hari setelahnya aku mendapat kabar bahwa dia telah memutuskan untuk jadian dengan seorang wanita yang ternyata adalah adik kelasku. Aku pun hanya bisa tersenyum dan menjawab semua pertanyaan mereka, bahwa aku sudah tidak menyukai nya lagi. Meski ku tau itu adalah sebuah dusta belaka.
Berulang kali ku coba untuk tetap terseyum dan tertawa di depannya, namun berulang kali pula semua senyum dan tawa itu berhenti seketika saat ku berpapasan dengannya bahkan saat aku tak sengaja secara sekilas melihatnya. Lari, lari dan lari, hanya itu yang muncul di benakku saat ku bertemu dengannya. Aku hanya ingin lari sejauh mungkin dari semua kenyataan yang penuh dusta ini. Karena di matanya,hanya dusta dan dusta yang mampu kulihat. Aku hanya ingin lari dari kenyataan, bahwa aku hanyalah wanita lemah yang tak mampu menerima semua takdir yang telah Tuhan gariskan untukku. Berulang kali pula aku berusaha untuk tetap tegar dan tak memperdulikannya, namun berulang kali pula aku semakin tak sanggup untuk menatap matanya.
Setiap ku bertemu dengannya, hanya itu yang selalu kulakukan. Berhenti tersenyum dan tertawa, membuang muka, dan lari. Tak ada satupun senyum yang mampu kuperlihatkan padanya, bahwa aku baik baik saja. Sampai suatu ketika,  aku merasa ada hawa aneh di sekitarnya. Ada sebuah perasaan marah dan kesal yang coba dia sampaikan padaku lewat cara dia lewat dan bersikap saat di depanku. Dia membuang muka, saat berpapasan denganku. Bahkan saat dia tau ada aku di sana, dia dengan senang hati berusaha tidak melihat ke arahku walau hanya sekilas. Sakit, iya sakit. Bahkan jauh lebih sakit daripada saat aku mendengar kabar buruk beberapa hari yang lalu.
Akhirnya aku pun memutuskan untuk move on darinya. Bukan berarti aku tak mencintainya lagi. Tapi aku hanya melupakan dan melepaskannya. Melupakan bukan berarti tak mencintainya lagi, tapi hanya sekadar tak memikirkannya lagi. Melepaskan bukan berarti harus melupakan semua kenangan tentang aku dan dia. Bagiku dia tetaplah orang yang berharga. Aku hanya berusaha untuk tidak memikirkannya meskipun aku merindukannya sekalipun. Dan aku hanya mencoba untuk melepaskan dia, agar dia bisa bahagia dengan caranya sendiri tanpa harus merasa terikat olehku. Aku mencintainya dengan caraku melepaskannya, dan aku melepaskannya dengan caranya mencintaiku. Jika dia memang mencintaiku, meskipun ia telah kubebaskan dia akan berusaha untuk terikat kembali padaku.

Bersambung .... 

Thursday, October 30, 2014

Terimakasih Cinta!

            Mencintai seseorang itu bukanlah suatu hal yang sulit terjadi. Tapi mencintai seseorang adalah sesuatu yang sulit dijalani. Karena sebagian besar orang yang bunuh diri, dibunuh bahkan membunuh itu semua karena cinta. Saat kita mengalaminya dan merasakan semua keindahan cinta kita tidak akan pernah bisa menyadari seberapa besar resiko dari cinta jika kita tak kuat dalam menjalaninya, seberapa kuat kita dalam menghadapinya hanya dapat terlihat, disaat cinta itu mulai pudar perlahan demi perlahan dari hati kita masing masing. Apakah yang akan kita lakukan? Saat kita menyadari hal itu, akankah dirimu yakin bahwa kita dapat menerima kenyataan tersebut ataukah kita akan mencoba lari bahkan mencoba mengubah semua kenyataan itu. Entahlah, kenyataan tersebut bukanlah sesuatu yang sekalipun pernah diharapkan akan didengar bahkan dibayangkan oleh kita. Lalu apa daya, jika kenyataan itu benar benar tejadi dalam kehidupan kita.
             Kita tak akan mungkin melarang cinta untuk pergi, yang bisa kita lakukan hanyalah mencoba untuk membuat cinta itu semakin tumbuh di hati ini. Ya, cinta itu sejujurnya pergi dan datang tanpa harus kita minta. Tapi kenyataannya, saat kita membutuhkan sebuah cinta dan kasih sayang, cinta itu akan segera tumbuh dihatimu tuk mengisi kekosongan dan kehampaan dihati kita.
Cinta itu hadir untuk membuat kita dan orang di sekitar kita bahagia. Apa artinya sebuah cinta, jika di salah satu pihak telah tersakiti karena cinta. Apa artinya cinta,jika hanya kita yang bisa bahagia namun orang di sekeliling kita selalu menangis dan menanggung rasa sakit karena cinta yang tumbuh di hati kita. Cinta itu hadir untuk menyadarkan kita banyak hal, untuk mengingatkan kita akan banyak hal dan untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, yang selalu menuju ke arah cahaya bukan kegelapan.

  • Dari cinta, aku belajar menikmati semua keindahan yang telah dibangun oleh orang orang disekitarku yang mencintaiku
  • Dari cinta, aku belajar menghargai semua cinta yang coba mereka semua berikan padaku
  • Dari cinta,aku belajar bagaimana menghargai semua jerih payah orang lain untuk membuktikan cintanya
  • Dari cinta, aku belajar untuk membalas semua cinta yang mereka berikan
  • Dari cinta, aku belajar bagaimana memberikan cintaku kepada orang orang yang membutuhkan cinta dan kasih sayang
  • Dari cinta, aku belajar mencintai lawan jenis
  • Dari cinta, aku belajar mencintai seseorang walau ku tahu aku tak akan pernah bisa memilikinya
  • Dari cinta, aku belajar bagaimana menghargai seseorang yang tulus mencintaiku
  • Dari cinta, aku belajar bagaimana melepaskan seseorang yang selama ini selalu menjadi orang paling berharga dan penting di hidupku
  • Dari cinta, aku belajar rasanya kecewa karena ditinggal oleh orang yang sangat kucintai
  • Dari cinta, aku belajar untuk selalu sabar dalam mencintai orang lain
  • Dari cinta, aku belajar rasanya sakit disaat melihat orang yang sangat kucintai bersama orang lain
  • Dari cinta, aku belajar untuk mengendalikan rasa cemburuku menjadi motivasi bagiku untuk menjadi pribadi yang lebih baik
  • Dari cinta, aku belajar untuk menjadikan rasa kecewa, marah, sakit dan cemburuku menjadi rasa bahagia, senang, bangga dan puas karena aku pernah menjadi orang yang mencintainya, kini aku senang melihat dia bisa bahagia meski bersama orang lain dan aku bangga karena pilihanku untuk mencintainya bukanlah pilihan yang salah, akupun juga merasa puas karena walau hanya sekali aku pernah mencintainya dan serasa memilikinya.


         Banyak hal yang telah cinta ajarkan dan berikan padaku. Cinta itu bukan soal seberapa besar cinta yang kamu peroleh darinya, tetapi seberapa besar cinta yang telah kau berikan padanya. Karena cinta itu bukan soal menerima melainkan memberi. Aku bukanlah seorang ahli cinta, aku juga tak pernah merasakan apa itu cinta, tetapi tanpa kusadari pula. Aku telah mendapatkan begitu banyak cinta. Begitu pula dengan anda semua. Cinta dari orang tua, keluarga, kakak dan adik, saudara kakek-nenek, saudara sepupu-ipar-tiri-jauh, teman, sahabat serta orang orang yang disekitar kita.
           Cinta itu bukanlah soal teori yang perlu kamu hafalkan dan jelaskan melainkan soal rasakan dan bagikan cinta kita.... berbagilah cinta yang telah kau peroleh selama ini dari orang orang disekitarmu kepada orang orang yang membutuhkan cinta darimu, karena percayalah akan satu hal, cinta yang kamu berikan pada orang orang itu tak ada bandingannya dengan cinta yang selama ini kamu peroleh dari TUHAN, karena TUHAN itu adalah cinta sejati dan tak ada cinta yang jauh lebih besar daripada cinta dari Sang Pencipta...

Wednesday, September 3, 2014

Teman Jadi Musuh

Teman Jadi Musuh
oleh : Sophia Vio

Aku menginjak kelas 1, aku memiliki banyak teman namun aku tak begitu peduli dan menghargai mereka. Hingga suatu saat aku sadar bahwa sahabat itu tidak bisa dibeli dengan uang. Perlahan aku mulai menghargai dan peduli dengan mereka tetapi sepertinya mereka sudah mulai menjauhiku dan mulai membenciku. Semangat ku pun hilang hingga suatu hari aku berteman dengan cowok yang bernama Elva. Dia sangat baik dan ia sangat peduli serta menghargaiku, sejak aku dekat dengannya semangat itu pun mulai muncul kembali.
Aku senang saat dia di sampingku, aku nyaman saat dekat dengannya, aku bisa tertawa lepas dengannya, hanya dengan dia aku dapat menangis sepuasnya, dan hanya dia yang sangat mengerti aku selain kedua orang tuaku. Sedih rasanya saat dia marah padaku, senang rasanya saat dia tersenyum padaku, hariku terasa begitu menyenangkan sejak dia menjadi sahabatku. Walau begitu masih ada rasa canggung saat kita bercerita karena aku belum bisa mempercaya seseorang untuk menyimpan rahasiaku.
Hingga suatu hari dia menghinaku, marah padaku, dan tidak mau bicara padaku. Pada saat itu dunia terasa hampa, menyedihkan dan begitu sulit. Aku mencoba bertanya kepadanya, namun berulang kali juga dia menghindari dari semua pertanyaan ku. Lama sekali dia marah padaku, sejak dia marah padaku aku lebih sering merenungkan apa salahku padanya, dan mencoba melakukan sesuatu yang bisa membuatku melupakannya untuk selamanya. Saat SMP sekolah kita berbeda, aku pun jarang bertemu dengannya dan jarang berkomunikasi lewat telpon atau pun sms.
Sejak saat itu aku berharap aku dapat menghapus namanya di memoryku dan jika suatu hari nanti aku bertemu dengannya saat itu aku sudah melupakan masalah kita dan ia juga sudah berubah menjadi Elva yang baik hati, periang, ramah, sopan, dan pemaaf seperti pertama kali pertemanan kita berdua.
Waktu telah berlalu, aku sudah dapat melupakannya namun aku belum bisa menghapus ingatanku tentang sahabat yang telah mengkhianatiku. Namun satu harapan yang belum tercapai, yaitu saat bertemu dengannya suatu hari nanti Elva sudah kembali menjadi sahabatku yang dulu. Tapi saat pertemuan kami setelah 12 tahun berlalu ia sama sekali belum berubah dan sepertinya dia masih membenciku.
Aku kira saat aku merasa hidupku ini makin sulit karna ia tidak ada di sampingku, ternyata hidupku menjadi sulit karna ia selalu berusaha untuk menjatuhkanku. Sedih rasanya saat mendengar ia sendiri yang mengatakan itu padaku. Sampai saat ini aku dan Elva adalah musuh bebuyutan, aku berharap anakku nanti tidak akan memiliki musuh.


SELESAI

Monday, August 25, 2014

Arti sebuah pengorbanan

Akulah Penyebab Kepergian Mereka
oleh : Sophia Vio

          Hari itu, aku dan sahabatku Raya hendak pergi menonton bioskop. Tapi karena aku dan Raya masih berumur 10 tahun, kami belum boleh pergi ke bioskop hanya berdua maka kedua orang tua kami pun ikut menonton bioskop “Hall is My Cat”. Kami sangat senang karena bisa pergi bersama.

          Di perjalanan pulang ke rumah, ada sebuah peristiwa yang membuatku dan Raya terpisah selamanya. Bagiku Raya pergi karena aku. Saat menyeberang, tidak sengaja aku menjatuhkan barang belanjaan yang kubawa. Isi belanjaan itu adalah baju kembar ku dengan Raya, dan itu sangatlah penting bagiku maupun dia. Aku segera mengambilnya, tetapi saat aku hendak meraihnya tiba tiba aku didorong oleh seseorang dari belakang dan seketika itu juga kudengar teriakan Raya yang merintih kesakitan. Ternyata orang yang mendorong dan menyelamatkanku tadi adalah Raya. Kepala, tangan, dan kaki Raya dipenuhi oleh darah, aku pun segera menelepon ambulance dan menolong Raya.

          Tapi sia sia saja aku menelepon ambulance tersebut. Karena saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit, Raya sudah pergi selama lamanya. Namun sebelum ia melepas genggamanku dan menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat mengatakan kepada kami bahwa ia sudah tidak kuat lagi, dan jika saat itu ia harus dipanggil Yang Diatas ia sudah siap dan ia pergi bukan karena ku maupun siapaun. Ini semua sudah jalannya dan ini semua adalah yang terbaik untuk kita semua . Aku sama sekali tak paham apa maksudnya itu. 

          Setelah kejadian itu aku mengalami depresi yang cukup berat. Aku sama sekali tidak mau ada satu orangpun yang dekat denganku selain keluargaku. Aku takut jika kejadian 10 tahun yang lalu itu terulang lagi. Aku belum bisa menerima kenyataan bahwa ada orang yang yag mengorbankan dirinya sendiri untuk pergi meninggalkan dunia ini selama lamanya demi menyelamatkan nyawaku ini. Dan 15 tahun setelah itu semua berlalu pun aku masih depresi.

          Lalu tiba-tiba aku bertemu dengan seorang perempuan bernama  Neva. Ia sangat cantik, ramah, pengertian, periang, dan tidak sombong, yang pasti bagiku dia itu sempurna. Aku mulai menyukainya dan 2,5 bulan sejak dekat dengannya aku menyatakan perasaanku padanya. Dan ia pun menjawab “ Aku tau tentang kejadian 15tahun lalu yang menimpamu, tapi kamu tidak akan pernah bisa terus menerus larut dalam  kesedihan itu. Setiap orang pasti akan melakukan sebuah pengorbanan demi orang yang sangat penting dalam hidupnya. Suatu hari nanti akan kupastikan kamu akan mengerti arti pengorbanan tersebut dan mungkin suatu hari nanti juga aku akan melakukan hal yang sama seperti Raya karena kamu adalah orang yang sangat penting dalam hidupku”. 

          Sejak saat itu aku menjalin hubungan dengan Neva, depresiku perlahan – lahan hilang sejak aku bersama Neva. Kami memiliki seorang sahabat yaitu Revana. Entah kenapa hari itu, Neva mengatakan kepadaku bahwa Revana juga menyukaiku,tapi ia rela tidak bersamaku asalkan aku bahagia. Dan sejak hari itu aku mulai mengerti apa arti pengorbanan yang sesungguhnya.

          Aku dan Neva akan menikah 2 bulan lagi dan semua persiapan sudah siap. Satu bulan menjelang pernikahan kami Neva meminta satu hal kepadaku yaitu jikalau Neva pergi untuk selamanya di saat kami belum menjadi suami dan istri, dia memintaku tetap melanjutkan pernikahan tetapi dengan Revana. Bagiku itu hanya omong kosong, dan Neva adalah orang konyol sedunia saat itu. Tapi saat aku hendak mengantarkan Neva pulang, tiba- tiba aku pingsan. Kata dokter ¾ hatiku telah rusak dan harus diganti lewat operasi. Neva bersedia mendonorkan ¾ hatinya untuk aku, tapi aku terus menolaknya. Tanpa persetujuanku ia tetap melakukan operasi itu. Operasiku itu berhasil tetapi 4 jam setelah operasi  Neva tidak dapat bertahan. Aku sangat sedih saat mengetahui hal itu karena pernikahan kami hanya tinggal satu bulan lagi.

          Setelah Neva meninggal dunia, dan sejak saat itu aku mulai dekat dengan Revana. Akhirmya aku menjalankan pesan terakhir Neva. Dan saat ini aku semakin mengerti apa arti dari pengorbanan sesungguhnya. Aku pun menikah dengan Revana. Dan kami hidup bahagia. Aku selalu mengucapkan terimakasih pada Neva dan Raya sesaat sebelum aku terlelap, terimakasih karena telah mengajariku tentang apa arti dari pengorbanan sesungguhnya, semoga kalian berdua dapat hidup dengan tenang di surga.

The End

Saturday, August 23, 2014

Cinta pertamaku

CINTA PERTAMAKU
Oleh : Cleona Gladys A.

Dimataku…
Cinta adalah omong kosong...
Hanya kata-kata kosong…
Tak bermakna…
Di benakku…
Tak satupun,
Tak seorangpun,
Dapat katakan, arti cinta sesungguhnya padaku…
Semua pandanganku,
Semua pikiranku tentang cinta di atas,
Adalah salah,
Ya, semua itu salah…
Semua pandanganku…
Semua pikiranku tentang cinta di atas…
Semua berubah…
Berubah sejak ku mengenalmu, cinta pertamaku…
Ternyata…
Cinta adalah pengorbanan...
Cinta adalah rasa sakit…
Cinta adalah penderitaan…
Tapi…
Cinta juga keindahan…
Cinta berikan harapan…
Cinta adalah istimewa…
Terimakasih…
Karena t’lah pertemukanku dengannya…
Dengan cinta pertamaku…

Dengan orang pertama, yang bisa berikan arti cinta sesungguhnya bagiku…

Musuh Terbesarku, Cinta Pertama Sahabatku

MUSUH TERBESARKU, CINTA PERTAMA SAHABATKU
Karya : Cleona Gladys V.


Bagiku, kau adalah seorang musuh...
Bagiku, kau adalah seorang pengobar semangat,
Karena dengan adanya kau, aku lebih bersemangat tuk kalahkanmu...
Tapi itulah perbedaanku dengan sahabatku...

Kau lebih dari sekadar musuhku baginya...
Kau lebih dari sekadar teman baginya...
Baginya, kau adalah seorang yang spesial,
Seorang cinta pertamanya...
Tolong jangan sakiti dia,
Dia adalah salah satu teman terbaikku...
Dia bahkan lebih dari sekadar sahabat bagiku...
Dia adalah saudaraku...

Tak akan pernah kubiarkan seorangpun sakitinya...
Tak peduli siapapun...
Tak peduli apapun...
Terutama kau, salah satu musuh terbesarku...
Tolong jaga dia baik-baik...
Karna ku tak ingin kehilangan salah satu sahabatku...
Tak ingin ku kehilangan salah satu saudaraku...
Karnanya tak akan kubiarkan seorangpun sakitinya, termasuk kau...

Terimakasih...
Terimakasih t’lah ajarkannya, sahabatku, arti sebuah cinta
Terimakasih t’lah berikan cinta yang tulus pada sahabatku...
Ku hanya dapat berharap, kau menyayangi, mencintainya dengan tulus...


Gimana nih puisinya? Bagus gak? Semoga kalian suka ya. Jangan lupa baca puisi yang lain juga guys...

Arti Cinta Bagiku

ARTI CINTA BAGIKU
Oleh : Cleona Gladys A.

Banyak orang menuliskan…
Banyak orang mengatakan…
Arti sebuah hal,
Yang disebut… CINTA...

Banyak orang katakan, cinta itu rasa penasaran…
Banyak orang tuliskan, cinta adalah keindahan,
Keistimewaan…
Tanpa menyadari apa itu cinta yang sesungguhnya…

Semua kata-kata tentang cinta di atas…
Semua arti cinta di atas,
Begitu palsu kurasa,
Hingga ku bertemu dengan si dia…

Sejak ku bertemu dia,
Aku menyadari,
Ku merasakan,
Arti cinta sesungguhnya…

Cinta bukanlah sekadar kata-kata…
Cinta tak selalu cerminkan keindahan…
Tapi satu hal yang benar tentang cinta di atas,
Yaitu, cinta adalah istimewa…

Cinta istimewa…
Karena tak semua orang mengalaminya…
Cinta istimewa…
Karena cinta butuh pengorbanan…

Terimakasih Tuhan…
Telah pertemukanku dengan si dia…
Meski tak begitu lama kenalnya…
Dia berikanku arti cinta sesungguhnya…



Puisi Patah Hati


Guys, ini adalah sumbangan puisi dari sahabatku. Hope you enjoy it :)



UNTUK TERAKHIR KALI KUKATAKAN MAAF PADAMU

Karya : Cleona Gladys V.

Begitu sulitkah engkau katakan sebuah kata?
Begitu gampangkah kau katakan arti sebuah kata?
Begitu murahkah arti sebuah janji bagimu?
Begitu tegakah kau sakiti perasaan seseorang?

Sebegitu sulitkah katakan maaf padaku?
Sebegitu gampangkah kau katakan cinta pada orang lain?
Semurah itukah kau umbar sebuah janji?
Setega itukah, kau sakiti perasaanku?

Kau bilang tak akan membohongiku…
Kau janji tak akan sakitiku lagi…
Tapi…
Setelah kau katakan semua itu, kau nyatakan cinta pada seorang lain di depan mataku…

Kau anggap aku apa?
Sebuah payung yang kau pakai hanya saat kau butuh?
Aku bukan barang…
Jangan samakanku seperti barang yang dapat kau pakai saat kau perlu saja…

Mungkin kau tak punya otak?
Atau tak punyakah kau sebuah hati?
Bagaimana mungkin manusia normal dapat berlaku sepertimu…
Bagaimana bisa seorang lelaki perlakukan wanita sesukanya…

Untuk kali ini…
Untuk terakhir kali ini…
Kukatakan maaf padamu...
Maaf karena kita tak dapat teruskan hubungan kita lagi…

Ku tak menyesal pernah bertemu denganmu…
Ku tak menyesal pernah mengenal dirimu…
Karena dengan bertemu dan mengenalmu,
Sedikit banyak ku dapat belajar agar tak disakiti lagi…



Jangan lupa, baca juga yang lain!

Thursday, August 21, 2014

All About Us

AKU DAN DIA #1
- Jumpa Pertama -

       Pertemuan itu tak akan pernah bisa aku lupakan. Pertemuan itu merubah segala hal yang ada di hidupku. Pertemuan itu menjadi jejak pertama kisah cintaku dengan dia. Dia bukanlah sosok pria yang sempurna. Dia bahkan bukanlah tipe idealku. Tapi bukankah tipe ideal itu hanyalah target? bukanlah sebuah kriteria khusus agar aku mampu mencintai pria itu.
      Dia tak cukup tampan, bahkan sebagian besar kawanku mengatakan bahwa dia itu jelek. Dia tak cukup ramah, bahkan dia lebih terdengar sebagai seseorang yang begitu cuek dengan orang lain. Dia tak begitu mempesona, tetapi dia memiliki sebuah daya magnet yang mampu memikatku. Dia bahkan acuh tak acuh padaku, namun entah kenapa hatiku selalu merasa mendapatkan perhatian darinya. Dia bukanlah sesorang yang memiliki tubuh yang sempurna, dia memiliki sesuatu yang tak dimiliki orang lain, namun itulah yang menjadi ciri khas darinya yang terkadang membuatku tersenyum saat mengingatnya.
      Selama hampir 5 bulan pertama pertemuan itu, aku belum sungguh memahami perasaanku. Yang aku tau aku hanya penasaran padanya. Lalu ku hanya sebatas khawatir bahwa dia akan membaca tulisanku tentang mantanku. Tapi hari itu aku baru menyadarinya, bahwa aku mulai menyukainya. Tanpa aku sadari aku ingin terus memperhatikannya, aku ingin terus mendengar kabar darinya, bahkan tanpa aku sadari pula sebelum hari itu, aku merasa takut dia akan salah paham jika melihatku bercanda dengan temen cowokku yang lain, dan sebelum hari itu pula aku juga merasa malu jika tampil begitu berantakan di hadapannya.
      Hari demi hari berlalu, dan seiring berjalannya waktu aku juga semakin menyukainya. Menyukai semua hal yang ada padanya, tanpa terkecuali. Padahal mereka semua, sering mengatakan padaku bahwa tak ada satupun yang bagus dari dia. Aku tidak peduli apa kata mereka, yang merasakan aku, bukan mereka. Lagipula perasaan itu sendiri yang memilih untuk tumbuh di hatiku. Dan kisah cintaku dengannya semakin bervariasi. Bahkan jika aku meminta untuk menyebutkannya, aku tak akan mampu menyebutnya satu per satu secara runtut. Karena semua kisah itu terlalu berkesan bagiku, sehingga aku tak tau manakah yang seharusnya aku ceritakan terlebih dahulu.

bersambungg...

Jelek ya ceritanya? Maaf lho kalau bahasanya berantakan. Oh ya, cerita ini series lho. Tapi ini ceritanya bukan tentang diriku sendiri. Aku hanya sedang memposisikan diriku sendiri jika mengalami hal seperti itu. wkwk...

Baca ya lanjutannya..

Tuesday, August 19, 2014

Kebahagiaan bagiku

Salahkah Jika 

Aku Memintanya Tuhan 

               Aku tau tidak seharusnya aku melakukan ini semua. Aku udah bener bener gila, bahkan saat itu aku sempat depresi. Entah apa penyebabnya, aku juga tak ingat. Tetapi yang pasti, aku sungguh sungguh depresi. Aku bertingkah seakan akan aku orang lain. Aku berpikir tanpa menghiraukan kebahagiaan orang lain. Aku menangis, tanpa memperdulikan sahabat sahabatku yang khawatir padaku. Aku marah, tanpa berpikir panjang dan menganggap selayaknya hanya aku yang ada di dunia ini. Mungkin bagimu, aku ini berlebihan. Mungkin bagimu aku hanya cewek rendahan yang tak tau malu. Dengan begitu mudahnya aku mengatakan cinta padamu. Dengan begitu mudahnya aku terlena dengan semua kepalsuan di matamu.

               Kebohongan dan kepalsuanmu sungguh membuatku letih, bukan hanya letih fisik tetapi juga psikis. Aku tahu bukan saatnya bagi kita untuk merasakan yang namanya cinta. Aku tahu bukan saatnya bagi kita untuk membicarakan tentang jodoh. Tetapi entah kenapa sejak aku jatuh cinta padamu, aku menjadi begitu liar. Dalam arti aku menjadi seseorang yang tak terkendali lagi. Semua emosi yang aku rasakan dapat aku ugkapkan dengan begitu mudah. Aku mampu menjadi diriku sendiri di hadapanmu. Aku yang mudah marah, pemalu, penakut tetapi suka tantangan, suka mengambil kesimpulan sendiri, dan aku yang tak peduli dengan apapun, asalkan aku suka dan nyaman aku akan lakukan itu.

               Aku akan marah, jika ingin marah. Aku akan tertawa, jika ingin tertawa. Aku akan tersenyum, jika ingin tersenyum. Aku akan jadi gila, jika aku ingin melepaskan semua bebanku. Dan aku akan menangis, jika air mata itu ingin jatuh. Dulu setiap aku ingin mengungkapan itu semua, aku selalu menahan dan menyembunyikannya. Kapan pun dan di manapun itu, akan aku curahkan semua emosiku. Selama aku nyaman dengan itu, kenapa tidak? Namun aku juga tahu, jika setelah itu ada orang yang tersakiti karena tindakanku aku akan merasa bersalah. Sangat bersalah kepadanya.

               Bukanlah kata kata puitis yang keluar dari bibirmu untukku, yang aku inginkan. Bukanlah pelukan hangat darimu, yang aku butuhkan. Dan bukanlah sebuah status pacaran, yang aku harapkan. Aku hanya ingin sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tak ada satu orang pun ingin menghacurkanya. Kebahagiaan yang tak ada satu orang pun yang ingin merebutnya. Dan bukanlah sebuah kebahagiaan semu dalam negeri dongeng belaka. Salahkah jika aku menginginkan itu?

                 Kenapa begitu sulit mendapatkan kebahagiaanku sendiri tanpa adanya seorang penghancur. Kenapa begitu sulitnya untuk tersenyum tulus, tanpa ada satu orang pun yang berpikir buruk tentang senyuman itu. Dan kenapa bagitu sulit menjadi diriku sendiri, tanpa ada satu orang pun yang menghina sosokku yang sesungguhnya itu. Lalu apakah mungkin memilikimu itu hanyalah angan semu belaka? Apakah memelukmu hanyalah sebuah mimpi belaka? Ya Tuhan, jika ini semua adalah mimpi, tolong bangunkanlah aku dari mimpi ini segera. Agar aku dapat menerima semua takdir nyata yang telah Kau gariskan untukku. Sehingga aku tak perlu meminta sesuatu yang tak seharusnya menjadi milikku. Terimakasih Tuhan...


SELESAI


Semoga kalian semua para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita ini. Terimakasih sudah membacanya ya. Dan jangan lupa pastinya bukan baca yang lainnya dong... Thanks. 
  1. Impian
  2. Cinta SMP
  3. All about us
  4. Kepergian Mereka

Sunday, August 17, 2014

Arti Sahabat

Arti 
Sebuah Persahabatan
Karya : Sophia Vio

Dulu...
Aku tak tau, apa itu Persahabatan
Aku tak mengerti, arti kata Tulus
Aku bahkan tak tahu, apa itu Rela Berkorban

Dulu...
Sahabat tak ubahnya musuh bagiku
Siap menusuk ketika ku lengah
Siap membunuh ketika ku tak berdaya

Kini, aku tahu apa itu Persahabatan
Ku mengerti, arti kata Tulus
Ku memahami, arti Rela Berkorban
Semua itu, berkat kalian para sahabatku

Sejak ku mengenal kalian,
Ku tahu semua hal yang dulu tak kutahu
Aku melihat ketulusan dan persahabatan pada diri kalian
Kalian bahkan Rela Berkorban bagiku...

Terimakasih sahabat - sahabatku...
Atas ketulusan yang kalian berikan padaku...
Terimakasih karena kalian rela berkorban bagiku
Terimakasih karena kalian buatku tahu arti sebuah Persahabatan...

Saturday, August 9, 2014

Cinta SMP

Hi guys!

Ada gak nih kalian para remaja yang mungkin lagi jatuh cinta?
atau mungkin... merasakan cinta dan benci bersamaan pada satu orang yang sama?
hmm... atau jangan jangan ada yang lagi patah hati ya? hayooo...??
wkwk. ciye... jangan galau ya guys! 

Katanya sih yang aku denger saat SMP tuh bukan saatnya lho buat yang namanya cinta cinta'an. Walaupun aku akui di masa remaja ini, memang sudah wajar jika kita tertarik dengan lawan jenis kita. Tapi apa kamu yakin itu adalah cinta sesungguhnya? Bukan hanya sebatas rasa suka masa kecil? Atau hanya sebatas suka sebagai fans? Suka sebagai teman? Sebaiknya tanya dulu saja pada diri sendiri.

Bukannya cinta itu datang nya tiba tiba ya? So, kan kita gak akan pernah tau mau dateng pas kita masih SMP / setelah SMA / bahkan waktu masih anak-anak. Terus terus ada yang tau gak cinta itu yang pasti kayak gimana? Yang aku tau sih bahkan sampe sekarang gak ada satu orang pun yang sungguh sungguh mampu menjabarkan semua "Misteri tentang cinta". Kalau saranku ya kalau kalian saat ini yang masih SMP udah ngerasain cinta, lebih baik disimpen dulu aja. Gak perlu tuh yang namanya pacaran, pacarannya besok besok aja, pasti ada waktunya sendiri kok. Karena kita ini kan masih remaja, dan emosi kita masih sering gak stabil, jadi gak terlalu baik kalau memulai sebuah hubungan.

Maaf, bukannya aku nyalahin kalian anak - anak SMP yang udah pacaran, tapi buat kalian yang belum tolong ya, ditunda dulu pacarannya. Toh buat kebaikan kalian sendiri. Kalo orang itu bener - bener jodoh kalian, dia ga akan kemana kok :)


O ya, kalian jangan lupa baca artikelku yang lain ya

  1. Impian
  2. Jika aku memintanya Tuhan...
  3. Aku dan Dia #1
  4. Kepergian Mereka


Thursday, August 7, 2014

Impian

Hi guys...
Ketemu lagi nih sama Vio, wkwk. Gimana nih sama puisi yang aku share dari kemaren? Hancur yakaann..? hehe, maaf.
Oh ya, kali ini saya akan membahas tentang impian.
Kalian pasti punya impian yakaann?
Apa nih impian kalian? hmm.. kepo lho aku. wkwk :-D
Oke kita mulai aja ya...


Wednesday, August 6, 2014

Puisi Cinta

Hi lagi  sobat!
Di post ku sebelumnya kan aku udah bilang kalau mau nge-share karya - karyaku ya kan..? Jadi kurang pas deh kalau yang aku share cuma satu. Oke deh, ini dia karyaku selanjutnya.wkwkwk
Selamat Menikmati Sobat...!


Tuesday, August 5, 2014

Puisi Romantis untuk Gebetan

Hi, my name is Vio.  Hari ini untuk pertama kalinya, Aku akan nge-share karya - karya lamaku. Baru pertama kali sih, jadi agak berantakan. hehe.. umm.. sebenarnya ini bukan untuk gebetan, ini lebih ke cinta bertepuk sebelah tangan. O ya, aku ga akan panjang - panjang. Hope you all enjoy my blog.

Kamu
Karya : Sophia Vio

Yang pertama mampu buatku tersipu
Saat kulihat senyummu meski dari jauh
Kutahu senyum itu bukanlah untukku
Namun senyum itu,selalu terbayang - bayang 
di benakku

Dan hanya kamu ...
Yang membuat jantungku berdebar
Yang membuatku selalu salah tingkah
Di hadapanmu

Andai diriku
Mampu tuk mengungkapkannya padamu
Bukan hanya lewat kata - kata di sosial media
Tetapi dari hati secara langsung di hadapanmu

Tapi entah kenapa
Aku hanya bisa terdiam
Tak ada satu kata pun yang mampu kuucapkan
Tuk menyampaikan perasaan ini...

Namun, apakah kamu cukup layak...
Untuk selalu kuperjuangkan
Untuk tetap kupertahankan
Dan selalu kucintai

Entahlah...
Aku hanya bisa terus berharap
Semoga keputusanku untuk tetap mencintaimu
Adalah keputusan yang tepat

Karena hanya kamu yang aku inginkan di dunia ini
Bukanlah harta yang sangat berlimpah
Bukanlah kecantikan yang luar biasa
Maupun pasangan hidup yang begitu sempurna


Yang pasti penasaran tulisan vio selanjutnya? Jangan lupa buka yang lain ya...