Thursday, August 21, 2014

All About Us

AKU DAN DIA #1
- Jumpa Pertama -

       Pertemuan itu tak akan pernah bisa aku lupakan. Pertemuan itu merubah segala hal yang ada di hidupku. Pertemuan itu menjadi jejak pertama kisah cintaku dengan dia. Dia bukanlah sosok pria yang sempurna. Dia bahkan bukanlah tipe idealku. Tapi bukankah tipe ideal itu hanyalah target? bukanlah sebuah kriteria khusus agar aku mampu mencintai pria itu.
      Dia tak cukup tampan, bahkan sebagian besar kawanku mengatakan bahwa dia itu jelek. Dia tak cukup ramah, bahkan dia lebih terdengar sebagai seseorang yang begitu cuek dengan orang lain. Dia tak begitu mempesona, tetapi dia memiliki sebuah daya magnet yang mampu memikatku. Dia bahkan acuh tak acuh padaku, namun entah kenapa hatiku selalu merasa mendapatkan perhatian darinya. Dia bukanlah sesorang yang memiliki tubuh yang sempurna, dia memiliki sesuatu yang tak dimiliki orang lain, namun itulah yang menjadi ciri khas darinya yang terkadang membuatku tersenyum saat mengingatnya.
      Selama hampir 5 bulan pertama pertemuan itu, aku belum sungguh memahami perasaanku. Yang aku tau aku hanya penasaran padanya. Lalu ku hanya sebatas khawatir bahwa dia akan membaca tulisanku tentang mantanku. Tapi hari itu aku baru menyadarinya, bahwa aku mulai menyukainya. Tanpa aku sadari aku ingin terus memperhatikannya, aku ingin terus mendengar kabar darinya, bahkan tanpa aku sadari pula sebelum hari itu, aku merasa takut dia akan salah paham jika melihatku bercanda dengan temen cowokku yang lain, dan sebelum hari itu pula aku juga merasa malu jika tampil begitu berantakan di hadapannya.
      Hari demi hari berlalu, dan seiring berjalannya waktu aku juga semakin menyukainya. Menyukai semua hal yang ada padanya, tanpa terkecuali. Padahal mereka semua, sering mengatakan padaku bahwa tak ada satupun yang bagus dari dia. Aku tidak peduli apa kata mereka, yang merasakan aku, bukan mereka. Lagipula perasaan itu sendiri yang memilih untuk tumbuh di hatiku. Dan kisah cintaku dengannya semakin bervariasi. Bahkan jika aku meminta untuk menyebutkannya, aku tak akan mampu menyebutnya satu per satu secara runtut. Karena semua kisah itu terlalu berkesan bagiku, sehingga aku tak tau manakah yang seharusnya aku ceritakan terlebih dahulu.

bersambungg...

Jelek ya ceritanya? Maaf lho kalau bahasanya berantakan. Oh ya, cerita ini series lho. Tapi ini ceritanya bukan tentang diriku sendiri. Aku hanya sedang memposisikan diriku sendiri jika mengalami hal seperti itu. wkwk...

Baca ya lanjutannya..

No comments:

Post a Comment