Akulah
Penyebab Kepergian Mereka
oleh : Sophia Vio
Hari itu, aku dan sahabatku Raya hendak pergi menonton
bioskop. Tapi karena aku dan Raya masih berumur 10 tahun, kami belum boleh
pergi ke bioskop hanya berdua maka kedua orang tua kami pun ikut menonton
bioskop “Hall is My Cat”. Kami sangat senang karena bisa pergi bersama.
Di perjalanan pulang ke rumah, ada sebuah peristiwa yang
membuatku dan Raya terpisah selamanya. Bagiku Raya pergi karena aku. Saat
menyeberang, tidak sengaja aku menjatuhkan barang belanjaan yang kubawa. Isi belanjaan
itu adalah baju kembar ku dengan Raya, dan itu sangatlah penting bagiku maupun dia. Aku segera mengambilnya, tetapi saat aku hendak meraihnya tiba tiba aku didorong oleh seseorang dari belakang dan seketika itu juga kudengar teriakan Raya yang merintih kesakitan. Ternyata orang yang mendorong dan menyelamatkanku tadi adalah Raya. Kepala, tangan, dan kaki Raya dipenuhi oleh darah,
aku pun segera menelepon ambulance dan menolong Raya.
Tapi sia sia saja aku menelepon ambulance tersebut. Karena saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit, Raya sudah pergi selama lamanya. Namun sebelum ia melepas genggamanku dan menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat mengatakan
kepada kami bahwa ia sudah tidak kuat lagi, dan jika saat itu ia harus
dipanggil Yang Diatas ia sudah siap dan ia pergi bukan karena ku maupun siapaun. Ini semua sudah jalannya dan ini semua adalah yang terbaik untuk kita semua . Aku sama sekali tak paham apa maksudnya itu.
Setelah kejadian itu aku mengalami depresi yang cukup berat. Aku sama sekali tidak mau ada satu orangpun yang dekat denganku selain keluargaku. Aku takut jika kejadian 10 tahun yang lalu itu terulang lagi. Aku belum bisa menerima kenyataan bahwa ada
orang yang yag mengorbankan dirinya sendiri untuk pergi meninggalkan dunia ini selama lamanya demi menyelamatkan nyawaku ini. Dan 15 tahun setelah itu semua berlalu pun aku masih depresi.
Lalu tiba-tiba aku bertemu dengan seorang perempuan bernama Neva. Ia sangat cantik, ramah, pengertian,
periang, dan tidak sombong, yang pasti bagiku dia itu sempurna. Aku mulai
menyukainya dan 2,5 bulan sejak dekat dengannya aku menyatakan perasaanku
padanya. Dan ia pun menjawab “ Aku tau tentang kejadian 15tahun lalu yang menimpamu, tapi kamu
tidak akan pernah bisa terus menerus larut dalam
kesedihan itu. Setiap orang pasti akan melakukan sebuah pengorbanan demi
orang yang sangat penting dalam hidupnya. Suatu hari nanti akan kupastikan kamu akan mengerti
arti pengorbanan tersebut dan mungkin suatu hari nanti juga aku akan melakukan hal yang sama seperti
Raya karena kamu adalah orang yang sangat penting dalam hidupku”.
Sejak saat itu aku menjalin hubungan dengan Neva, depresiku perlahan – lahan hilang sejak aku bersama Neva. Kami memiliki seorang sahabat yaitu Revana. Entah kenapa hari itu, Neva mengatakan kepadaku bahwa Revana juga menyukaiku,tapi ia rela
tidak bersamaku asalkan aku bahagia. Dan sejak hari itu aku mulai mengerti apa arti pengorbanan
yang sesungguhnya.
Aku dan Neva akan menikah 2 bulan lagi dan semua persiapan
sudah siap. Satu bulan menjelang pernikahan kami Neva meminta satu hal kepadaku yaitu jikalau
Neva pergi untuk selamanya di saat kami belum menjadi suami dan istri, dia memintaku
tetap melanjutkan pernikahan tetapi dengan Revana. Bagiku itu hanya omong
kosong, dan Neva adalah orang konyol sedunia saat itu. Tapi saat aku hendak mengantarkan Neva pulang, tiba- tiba aku pingsan. Kata dokter ¾ hatiku telah rusak dan
harus diganti lewat operasi. Neva bersedia mendonorkan ¾ hatinya untuk aku,
tapi aku terus menolaknya. Tanpa persetujuanku ia tetap melakukan operasi itu.
Operasiku itu berhasil tetapi 4 jam setelah operasi Neva tidak dapat bertahan. Aku sangat sedih saat mengetahui hal itu karena pernikahan kami hanya tinggal satu bulan lagi.
Setelah Neva meninggal dunia, dan sejak saat itu aku mulai
dekat dengan Revana. Akhirmya aku menjalankan pesan terakhir Neva. Dan saat ini
aku semakin mengerti apa arti dari pengorbanan sesungguhnya. Aku pun menikah
dengan Revana. Dan kami hidup bahagia. Aku selalu mengucapkan terimakasih pada
Neva dan Raya sesaat sebelum aku terlelap, terimakasih karena telah mengajariku tentang apa arti
dari pengorbanan sesungguhnya, semoga kalian berdua dapat hidup dengan tenang di
surga.
The End
No comments:
Post a Comment