Monday, August 25, 2014

Arti sebuah pengorbanan

Akulah Penyebab Kepergian Mereka
oleh : Sophia Vio

          Hari itu, aku dan sahabatku Raya hendak pergi menonton bioskop. Tapi karena aku dan Raya masih berumur 10 tahun, kami belum boleh pergi ke bioskop hanya berdua maka kedua orang tua kami pun ikut menonton bioskop “Hall is My Cat”. Kami sangat senang karena bisa pergi bersama.

          Di perjalanan pulang ke rumah, ada sebuah peristiwa yang membuatku dan Raya terpisah selamanya. Bagiku Raya pergi karena aku. Saat menyeberang, tidak sengaja aku menjatuhkan barang belanjaan yang kubawa. Isi belanjaan itu adalah baju kembar ku dengan Raya, dan itu sangatlah penting bagiku maupun dia. Aku segera mengambilnya, tetapi saat aku hendak meraihnya tiba tiba aku didorong oleh seseorang dari belakang dan seketika itu juga kudengar teriakan Raya yang merintih kesakitan. Ternyata orang yang mendorong dan menyelamatkanku tadi adalah Raya. Kepala, tangan, dan kaki Raya dipenuhi oleh darah, aku pun segera menelepon ambulance dan menolong Raya.

          Tapi sia sia saja aku menelepon ambulance tersebut. Karena saat masih dalam perjalanan menuju rumah sakit, Raya sudah pergi selama lamanya. Namun sebelum ia melepas genggamanku dan menghembuskan nafas terakhirnya, ia sempat mengatakan kepada kami bahwa ia sudah tidak kuat lagi, dan jika saat itu ia harus dipanggil Yang Diatas ia sudah siap dan ia pergi bukan karena ku maupun siapaun. Ini semua sudah jalannya dan ini semua adalah yang terbaik untuk kita semua . Aku sama sekali tak paham apa maksudnya itu. 

          Setelah kejadian itu aku mengalami depresi yang cukup berat. Aku sama sekali tidak mau ada satu orangpun yang dekat denganku selain keluargaku. Aku takut jika kejadian 10 tahun yang lalu itu terulang lagi. Aku belum bisa menerima kenyataan bahwa ada orang yang yag mengorbankan dirinya sendiri untuk pergi meninggalkan dunia ini selama lamanya demi menyelamatkan nyawaku ini. Dan 15 tahun setelah itu semua berlalu pun aku masih depresi.

          Lalu tiba-tiba aku bertemu dengan seorang perempuan bernama  Neva. Ia sangat cantik, ramah, pengertian, periang, dan tidak sombong, yang pasti bagiku dia itu sempurna. Aku mulai menyukainya dan 2,5 bulan sejak dekat dengannya aku menyatakan perasaanku padanya. Dan ia pun menjawab “ Aku tau tentang kejadian 15tahun lalu yang menimpamu, tapi kamu tidak akan pernah bisa terus menerus larut dalam  kesedihan itu. Setiap orang pasti akan melakukan sebuah pengorbanan demi orang yang sangat penting dalam hidupnya. Suatu hari nanti akan kupastikan kamu akan mengerti arti pengorbanan tersebut dan mungkin suatu hari nanti juga aku akan melakukan hal yang sama seperti Raya karena kamu adalah orang yang sangat penting dalam hidupku”. 

          Sejak saat itu aku menjalin hubungan dengan Neva, depresiku perlahan – lahan hilang sejak aku bersama Neva. Kami memiliki seorang sahabat yaitu Revana. Entah kenapa hari itu, Neva mengatakan kepadaku bahwa Revana juga menyukaiku,tapi ia rela tidak bersamaku asalkan aku bahagia. Dan sejak hari itu aku mulai mengerti apa arti pengorbanan yang sesungguhnya.

          Aku dan Neva akan menikah 2 bulan lagi dan semua persiapan sudah siap. Satu bulan menjelang pernikahan kami Neva meminta satu hal kepadaku yaitu jikalau Neva pergi untuk selamanya di saat kami belum menjadi suami dan istri, dia memintaku tetap melanjutkan pernikahan tetapi dengan Revana. Bagiku itu hanya omong kosong, dan Neva adalah orang konyol sedunia saat itu. Tapi saat aku hendak mengantarkan Neva pulang, tiba- tiba aku pingsan. Kata dokter ¾ hatiku telah rusak dan harus diganti lewat operasi. Neva bersedia mendonorkan ¾ hatinya untuk aku, tapi aku terus menolaknya. Tanpa persetujuanku ia tetap melakukan operasi itu. Operasiku itu berhasil tetapi 4 jam setelah operasi  Neva tidak dapat bertahan. Aku sangat sedih saat mengetahui hal itu karena pernikahan kami hanya tinggal satu bulan lagi.

          Setelah Neva meninggal dunia, dan sejak saat itu aku mulai dekat dengan Revana. Akhirmya aku menjalankan pesan terakhir Neva. Dan saat ini aku semakin mengerti apa arti dari pengorbanan sesungguhnya. Aku pun menikah dengan Revana. Dan kami hidup bahagia. Aku selalu mengucapkan terimakasih pada Neva dan Raya sesaat sebelum aku terlelap, terimakasih karena telah mengajariku tentang apa arti dari pengorbanan sesungguhnya, semoga kalian berdua dapat hidup dengan tenang di surga.

The End

No comments:

Post a Comment