Tuesday, August 19, 2014

Kebahagiaan bagiku

Salahkah Jika 

Aku Memintanya Tuhan 

               Aku tau tidak seharusnya aku melakukan ini semua. Aku udah bener bener gila, bahkan saat itu aku sempat depresi. Entah apa penyebabnya, aku juga tak ingat. Tetapi yang pasti, aku sungguh sungguh depresi. Aku bertingkah seakan akan aku orang lain. Aku berpikir tanpa menghiraukan kebahagiaan orang lain. Aku menangis, tanpa memperdulikan sahabat sahabatku yang khawatir padaku. Aku marah, tanpa berpikir panjang dan menganggap selayaknya hanya aku yang ada di dunia ini. Mungkin bagimu, aku ini berlebihan. Mungkin bagimu aku hanya cewek rendahan yang tak tau malu. Dengan begitu mudahnya aku mengatakan cinta padamu. Dengan begitu mudahnya aku terlena dengan semua kepalsuan di matamu.

               Kebohongan dan kepalsuanmu sungguh membuatku letih, bukan hanya letih fisik tetapi juga psikis. Aku tahu bukan saatnya bagi kita untuk merasakan yang namanya cinta. Aku tahu bukan saatnya bagi kita untuk membicarakan tentang jodoh. Tetapi entah kenapa sejak aku jatuh cinta padamu, aku menjadi begitu liar. Dalam arti aku menjadi seseorang yang tak terkendali lagi. Semua emosi yang aku rasakan dapat aku ugkapkan dengan begitu mudah. Aku mampu menjadi diriku sendiri di hadapanmu. Aku yang mudah marah, pemalu, penakut tetapi suka tantangan, suka mengambil kesimpulan sendiri, dan aku yang tak peduli dengan apapun, asalkan aku suka dan nyaman aku akan lakukan itu.

               Aku akan marah, jika ingin marah. Aku akan tertawa, jika ingin tertawa. Aku akan tersenyum, jika ingin tersenyum. Aku akan jadi gila, jika aku ingin melepaskan semua bebanku. Dan aku akan menangis, jika air mata itu ingin jatuh. Dulu setiap aku ingin mengungkapan itu semua, aku selalu menahan dan menyembunyikannya. Kapan pun dan di manapun itu, akan aku curahkan semua emosiku. Selama aku nyaman dengan itu, kenapa tidak? Namun aku juga tahu, jika setelah itu ada orang yang tersakiti karena tindakanku aku akan merasa bersalah. Sangat bersalah kepadanya.

               Bukanlah kata kata puitis yang keluar dari bibirmu untukku, yang aku inginkan. Bukanlah pelukan hangat darimu, yang aku butuhkan. Dan bukanlah sebuah status pacaran, yang aku harapkan. Aku hanya ingin sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan yang tak ada satu orang pun ingin menghacurkanya. Kebahagiaan yang tak ada satu orang pun yang ingin merebutnya. Dan bukanlah sebuah kebahagiaan semu dalam negeri dongeng belaka. Salahkah jika aku menginginkan itu?

                 Kenapa begitu sulit mendapatkan kebahagiaanku sendiri tanpa adanya seorang penghancur. Kenapa begitu sulitnya untuk tersenyum tulus, tanpa ada satu orang pun yang berpikir buruk tentang senyuman itu. Dan kenapa bagitu sulit menjadi diriku sendiri, tanpa ada satu orang pun yang menghina sosokku yang sesungguhnya itu. Lalu apakah mungkin memilikimu itu hanyalah angan semu belaka? Apakah memelukmu hanyalah sebuah mimpi belaka? Ya Tuhan, jika ini semua adalah mimpi, tolong bangunkanlah aku dari mimpi ini segera. Agar aku dapat menerima semua takdir nyata yang telah Kau gariskan untukku. Sehingga aku tak perlu meminta sesuatu yang tak seharusnya menjadi milikku. Terimakasih Tuhan...


SELESAI


Semoga kalian semua para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita ini. Terimakasih sudah membacanya ya. Dan jangan lupa pastinya bukan baca yang lainnya dong... Thanks. 
  1. Impian
  2. Cinta SMP
  3. All about us
  4. Kepergian Mereka

No comments:

Post a Comment